Kandungan dan manfaat dari daun pepaya
Daun pepaya memiliki kandungan dan manfaat spesial dari rasanya yang pahit. Katanya yang pahit-pahit itu jamu, pahit yang dirasakan hati lidah tak sebanding dengan khasiat jamu daun pepaya. Tapi ada juga lho yang pahit itu sifatnya racun,,Nah kali ini saya ngomongin yang pahit-pahit yang banyak kandungan dan manfaat,, yaitu; daun pepaya. Banyak masyarakat yang sudah memanfaatkan kandungan dari daun pepaya untuk obat tradisional, bahkan diseduh sebagai jamu andalan mereka.
Sebagai pengkonsumsi jamu yang bijak kali ini saya mengupas tentang kandungan dari daun pepaya. Sebelum berani mengkonsumsi lihat dulu latar belakang si daun ini.
Jadi apa sih kandungan dari daun pepaya?
Dari penelitian Ayoola& adeyeye, 2010 menyebutkan daun pepaya memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid dan triterpenoid. Kandungan ini diuji dari analisis fitokimia.
Kurang puas dari satu sumber saya buka dari sumber lain yaitu Milind dan Gurditla (2011) daun pepaya mengandung vitamin C, vitamin E, kolin, alkaloid karpainin dan karpasid.
Daun pepaya juga mengandung mineral seperti kalium, mangan, kalsium, zink, besi dan tembaga.
Dari kandungan senyawa maupun mineral daun pepaya diatas, saya kumpulkan beberapa penelitian yang dapat menjadi rujukan obat tradisional dengan daun pepaya.
Daun pepaya mampu mengatasi infeksi cacing (Helminthiasis)!!
Untuk bahasa awamnya itu cacingan, kok bisa daun pepaya menjadi obat cacingan? Karena, cara kerja dari daun pepaya yaitu melumpuhkan kerja cacing didalan usus.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang berjudul “Potensi Tanaman Pepaya (Carica papaya) sebagai Antihelmintik”. Yang menjelaskan daun pepaya dapat memecah jaringan ikat, menekan sistem saraf pada cacing dan menyebabkan cacing mengalami kelumpuhan otot.
Kandungan alkaloid dari daun pepaya dapat bersifat racun bagi virus, bakteri dan juga cacing. Senyawa alkoloid yang terdapat pada daun pepaya adalah karpain. Senyawa karpain inilah yang mampu membuat cacing mengalami kelumpuhan otot.
Dengan pengolahan daun pepaya sebagai obat cacing yang benar, maka infeksi cacing dapat teratasi.
Sebagai antibakteri!!!
kok bisa jadi antibakteri? Alasannya itu ; daun pepaya mengandung papain dan karpain yang biasanya dipakai buat anti jerawat kalo dipakai pada produk kosmetik. Enzim papain dan karpain memiliki sifat bakterostatik.
Buktinya; Daun pepaya memiliki sifat anti bakteri pada bakteri E. Coli, Salmonella thypi dan Bacillus subtitillis.
Penjelasan ini juga didapat dari penelitian “Aktivitas Anti bakteri Daun Pepaya (Carica Papaya) Menggunakan Pelarut Etanol Terhadap Bakteri Bacillus subtilis”.
Baca juga: Minuman penambah darah; nutrisi ibu hamil
Daun pepaya mampu mengobati DBD
Penyakit demam berdarah (DBD) diakibatkan adanya infeksi yang disebabkan oleh virus yang dibawa sang pelaku nyamuk yang mengakibatkan kadar trombosit pada darah akan menurun.
Daun pepaya memiliki kandungan enzim papain dan chymopapain yang mampu meningkatkan kadar trombosit dalam darah. Bukan hanya dari enzim vitamin dan mineral dari daun pepaya (seperti; vitamin A, vitamin B9, B12, vitamin C vitamin D, kalsium, magnesium, mangan, natrium) ikut peran dalam meningkatkan hemoglobin, trombosit, sel darah merah dan isi protein.
Vitamin A dari daun juga menjaga produksi empedu agar tetap normal, vitamin B9 bertugas untuk membantu proses sitesis DNA darah. Vitamin B12 membantu agar kadar trombosit tetap diangka normal.
Penjelasan ini didapat dari penelitian yang berjudul “ Pengaruh Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Terhadap Peningkatan Trombosit Pada Pasien Demam Berdarah Dengue”.
***Sebenarnya masih banyak manfaat daun pepaya yang digunakan masyarakat sebagai obat tradisional, contohnya obat batuk, obat radang, penambah nafsu makan dan bahkan penyakit malaria.

Belum ada Komentar untuk "Kandungan dan manfaat dari daun pepaya"
Posting Komentar