Jahe: Ramuan pereda nyeri saat haid

Kalo denger ramuan pereda nyeri haid seakan-akan dapet superhero penyelamat bagi para wanita.  Haid datang setiap bulan, bayangkan saja setiap bulan menjadi langganan sakit perut saat haid. Pasti bawaannya pingin rebahan, mager (males gerak), bahkan sampek nangis sangking sakitnya. Jadi kalo ada jamu yang bisa meredakan rasa nyeri haid bisa jadi solusi yang tepat. Dengan ramuan yang tepat sasaran, diharapkan mampu meredakan nyeri haid bagi kaum hawa.

ramuan,pereda,nyeri,saat,haid

 Ramuan pereda nyeri haid apa yang bisa jadi pilihan?

Kalo lagi haid, bawaannya pingin yang simpel, mudah dan yang praktis. Oke, untuk ramuan kita hanya membutuhkan rempah-rempah yang biasa kita gunakan untuk memasak. Apa itu? Rempah-rempah itu adalah jahe. Jahe yang disarankan adalah jahe merah, tetapi jika menggunakan jahe yang lain juga tidak masalah.

Baca juga: minuman penambah darah

Kenapa jahe sebagai ramuan pereda nyeri saat haid?

Jadi, ada kandungan jahe yang sangat bersahabat bagi wanita yang sedang haid. Jahe mengandung aleorosin seperti gingerol. Nah, gingerol ini mampu mencegah penggumpalan darah, dan membantu dalam pengeluaran darah. Cocok ni buat yang sering mengeluhkan darah haid yang menggumpal, apa lagi yang memiliki masalah darah yang keluar pada saat haid tidak lancar.

Lalu cara kerja jahe untuk meredakan nyeri haid bagaimana? Jadi, jahe dapat menurunkan produksi prostagladin, prostagladin ini lah yang menjadi biang kerok rasa nyeri pada saat haid.

Ramuan jahe sebagai pereda nyeri haid juga dibenarkan dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Pemberian Ramuan Jahe Terhadap Nyeri Haid Mahasiswi Stikes PMC Tahun 2015” . dan juga dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Pemberian Ramuan Jahe Terhadap Pentalaksanaan Dismenore Pada Mahamahasiswi S1 Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara pada tahun 2009”.

Dan pertanyaan paling penting: bagaimana cara mengolah ramuan jahe sebagai pereda nyeri haid?

Cara mengolahnya yaitu: dengan menyiapkan jahe (sekitar 15 gram jahe merah), air 400 ml dan gula merah (sebagai perasa). Lalu, bersihkan kulit dan cuci jahe sampai bersih. Kemudian, jahe digeprek atau bisa juga diiris tipis-tipis dan masukan kedalam panci, tambahkan air  400 ml, kemudian direbus sampai air tersisa kurang lebih 200 ml ( untuk tipsnya bisa llihat air sudah berkurang setengah dari yang sebelum direbus) .

Setelah mendidih angkat dan tambahkan gula aren sesuai selera. Dan ramuan jahe siap dihidangkan dan dinikmati.

*disarankan menggunakan jahe merah, karena kandungan minyak atsiri dan oleoresin dari jahe merah lebih tinggi dari pada varian jahe yang lain. Jika tidak ada jahe merah bisa juga menggunakan varian jahe yang lain.

Apa ciri-ciri jahe merah? Ciri-ciri paling mudah dikenali dari warna rimpang jahe merah. Rimpang jahe merah memiliki warna jingga muda hingga berwarna merah.

Baca juga: cara mengobati darah tinggi dengan buah apel

Berapa kali sehari kita meminum ramuan pereda nyeri haid ini?

Dalam meminum ramuan, walaupun terbuat dari bahan herbal, tetapi harus juga diperhatikan takarannya. Untuk ramuan jahe sesuai takaran diatas, ramuan diminum 1 kali sehari. Dan diminum setelah makan dan ingat diminum sampai habis. Jika sudah tidak nyeri dan haid sudah selesai minum ramuan jahe ini bisa dihentikan.

Selain meredakan rasa nyeri, jahe juga bisa melancarkan darah yang keluar pada saat haid. Jadi berasa satu ramuan jamu memiliki kasiat yang double yang didapatkan. Satu ramuan tetapi lebih dari satu masalah terselesaikan. Gimana berasa dapet superhero beneran kan??




Belum ada Komentar untuk "Jahe: Ramuan pereda nyeri saat haid"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel